Jumat, 11 November 2011

manajemen resiko 2

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi

Dalam manajemen resiko, kita perlu menyadari bahwa segala benda di dunia ini memiliki resiko untuk mengalami kerusakan, termasuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu menganalisa resiko-resiko apa aja yang ada, berapa besar peluang resiko tersebut terjadi, beserta berapa besar kerugian yang akan dialami.
Untuk resiko-resiko yang dapat menimbulkan kerugian besar ataupun memiliki peluang tinggi, kita perlu menyiapkan rencana antisipasi agar kehidupan rutin kita jangan sampai terlalu banyak terganggu apabila kerusakan tersebut terjadi. Sebagai contoh, perhatikan cerita dibawah ini:
James adalah seorang manager di perusahaan swasta yang cukup terkenal di Jakarta. Beliau sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Setiap harinya James mengendarai sedan Balenonya untuk pergi ke kantor.

Pada suatu hari, musibah datang menimpa James. Mobil sedan yang dikendarainya ditabrak oleh bus yang melanggarlampu merah. Mobil James mengalami kerusakan parah sementara James sendiri jatuh tidak sadarkan diri sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit.
Ternyata luka yang dialami oleh James cukup parah. Selama seminggu James berada dalam kondisi koma, tidak sadarkan diri. Setelah sadar, James masih harus dirawat nginap dalam rumah sakit selama dua minggu dan setelah itu kesehatan James harus dicek setiap seminggunya. Sementara tangannya yang mengalami patah tulang tidak bisa digunakan untuk bekerja selama 3 bulan.

Perusahaan tempat James bekerja merasa turut berduka cita atas musibah yang menimpa James. Mereka mengirimkan bunga dan menjenguk James pada saat di rumah sakit. Namun karena James tidak bisa bekerja dalam 3 bulan mendatang, mereka memutuskan untuk memberhentikan James.
Berapa kerugian finansial yang diderita oleh James?
1. Mobil sedannya yang hancur karena ditabrak bus.
2. Ongkos rawat nginap rumah sakit hingga 3 minggu.
3. Obat-obatan yang diperlukan untuk memulihkan kesehatan James.
4. Ongkos medical check-up setelah keluar dari rumah sakit.
5. Kehilangan pekerjaan yang menjadi sumber penghasilan utamanya.

Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa semua orang memiliki risiko mengalami musibah seperti cerita diatas. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mempelajari manajemen resiko. Apa yang Anda lakukan untuk mengantisipasi kejadian seperti diatas? Jawabannya ada 2, yaitu menyiapkan dana darurat atau mengalihkan resiko ke pihak lain.

sebagian sumber dari: wikipedia.

ETIKA KOMPUTER : SEJARAH & PERKEMBANGANNYA

Sejarah Etika Komputer
· Era 1940 – 1950-an
Diawali dengan penelitian Norbert Wiener ( Prof. dari MIT ) tentang komputasi pada meriam yang mampu menembak jatuh pesawat yang melintas di atasnya (PD II ).
· Ramalannya tentang komputasi moderen yang pada dasarnya sama dengan system jaringan syaraf yang bisa melahirkan kebaikan sekaligus malapetaka.
· Era 1960-an
Ungkapan Donn Parker : “that when people entered the computer center, they left their ethics at the door”.
· Dalam contoh kasus pemrosesan data, spesialis computer bisa mengetahui data apa saja secara cepat.
· Era 1980-an
Kemunculan kejahatan computer ( virus, unauthorized login, etc ).
· Studi berkembang menjadi suatu diskusi serius tentang masalah etika computer. Lahirlah buku “Computer Ethics” ( Johnson, 1985 ).
· Era 1990-an sampai sekarang
Implikasi pada bisnis yang semakin meluas akibat dari kejahatan computer, membuat lahirnya forum-forum yang peduli pada masalah tersebut.
( ETHICOMP by Simon Rogerson, CEPE by Jeroe van Hoven etc ).

Isu-Isu Pokok Etika Komputer
· Kejahatan Komputer
Kejahatan yang dilakukan dengan computer sebagai basis teknologinya.
Virus, spam, penyadapan, carding, Denial of Services ( DoS ) / melumpuhkan target
· Cyber ethics
Implikasi dari INTERNET ( Interconection Networking ), memungkinkan pengguna IT semakin meluas, tak terpetakan, tak teridentifikasi dalam dunia anonymouse.
· Diperlukan adanya aturan tak tertulis Netiket, Emoticon.
· E-commerce
Otomatisasi bisnis dengan internet dan layanannya, mengubah bisnis proses yang telah ada dari transaksi konvensional kepada yang berbasis teknologi, melahirkan implikasi negative; bermacam kejahatan, penipuan, kerugian karena ke-anonymouse-an tadi.
  • Pelanggaran HAKI
Masalah pengakuan hak atas kekayaan intelektual. Pembajakan, cracking, illegal software dst.
  • Tanggung jawab profesi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, perlu diciptakan ruang bagi komunitas yang akan saling menghormati. Misalnya IPKIN ( Ikatan Profesi Komputer & Informatika-1974 )
Etika profesi dalam bidang keteknikan sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan di dunia kerja saat ini. Etika profesi akan memberikan nilai-nilai dasar dalam menjalankan profesinya sebagai seorang yang bekerja dengan latar belakang keteknikan. Bidang keteknikan tidak lagi dapat dipandang sebelah mata pada masa kini karena semua element kehidupan bermasyarakat membutuhkan seseorang dalam bidang teknik untuk menjadi dasarnya. Bidang ini pun sangat erat kaitannya dengan keselamatan dan kelangsungan hidup orang banyak, sehingga etika profesi sangat dibutuhkan oleh seorang engineer agar dapat memutuskan sesuatu yang menyangkut dengan hajat hidup orang banyak tidak hanya berdasarkan untung rugi secara materi, tetapi juga berdasarkan rasa empati dan social terhadap sesama manusia. Bila semua itu berjalan seiringan, maka diharapkan ilmu keteknikan akan bermanfaat bagi semua element terkait. Namun apa bila hal tersebut tidak dapat berjalan seiringan atau seorang engineer tidak memiliki etika profesi, maka dapat dipastikan akan merugikan masyarakat sekitar dan manfaatnya tidak dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh. Oleh karena itu, peran etika profesi sangat diperlukan dalam bidang keteknikan karena dengan adanya hal tersebut, seorang engineer akan dapat memutuskan sesuatu yang menyangkut dengan hajat hidup orang banyak dengan dua sisi yang berbeda, yaitu keuntungan secara materi dan rasa empati maupun social terhadap sesama manusia. Etika profesi akan membentuk mindset seorang engineer untuk terus berkarya dengan professional tampa mengejar keuntungan materi semata.
Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral, dan moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer, filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya, karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar.
Profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana profesi tersebut diatur oleh Etika Profesi dimana Etika Profesi tersebut hanya berlaku sesama Profesi tersebut.
menurut DE GEORGE, timbul kebingungan mengenai pengertian profesi itu sendiri, sehubungan dengan istilah profesi dan profesional. Kebingungan ini timbul karena banyak orang yang profesional tidak atau belum tentu termasuk dalam pengertian profesi. Berikut pengertian profesi dan profesional menurut DE GEORGE :
PROFESI, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
PROFESIONAL, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang.

Perbedaan SK, TK, dan MI

Management Informasi (MI)Kata Manajemen berasal dari bahasa perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Sementara itu, Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.

Perbedaan SI dan TI


Skema Klasifikasi Ilmu Komputer Pada dasarnya bidang Ilmu Komputer cukup luas. Menurut ACM Computing ClasificationScheme dalam bidang komputasi dapat terbagai dalam 11 bagian yakni :General Literature Hardware Computer Systems Organization Software Data Theory of Computation Mathematics of Computing Information Systems Computing Methodologies Computer Applications Computing Milieux Sedangkan menurut sub area Ilmu Komputer terbagi menjadi 14 area yakni :Discrete Structures (DS) Programming Fundamentals (PF) Algorithms and Complexity (AL) Architecture and Organization (AR) Operating Systems (OS) Net-Centric Computing (NC) Programming Languages (PL) Human-Computer Interaction (HC) Graphics and Visual Computing (GV) Intelligent Systems (IS) Information Management (IM) Social and Professional...

TUGAS MATKUL Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko

(1) pengertian dan ruang lingkup proyek beserta contoh proyek yang anda ketahui di sekitar lingkungan anda..!!!

Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran. Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.

Pengertian Proyek
Sebuah proyek merupakan suatu usaha atau aktifitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu. Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula. Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer. Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.

Jadi dapat kita simpulkan dari masing-masing pengertian manajemen dan proyek. Apabila digabungkan, Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan, dan perbaikan yang berkelanjutan.

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:

* Pembangunan fasilitas baru. Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru.
* Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan.
* Penelitian dan pengembangan. Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Dalam prakteknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:

* Adanya permintaan pasar. Artinya adanya suatu kebutuhan dan keinginan dalam masyarakat yang harus disediakan. Hal mi disebabkan karena jenis produk yang tersedia belum mencukupi atau memang belum ada sama sekali.
* Untuk meningkatkan kualitas produk. Bagi perusahaan tertentu proyek dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu suatu produk. Hal mi dilakukan karena tingginya tingkat persaingan yang ada.
* Kegiatan pemerintah. Artinya merupakan kehendak pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat atas suatu produk atau jasa, sehingga perlu disediakan berbagai produk melalui proyek-proyek tertentu.


(2) Pengertian dan jenis resiko dalam proyek sistem informasi..!!

Pengertian : Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen
puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Jenis resiko :
- teknologi : pengiriman perangkat yang terlambat, banyaknya report tentang error.
- SDM : moral yang rendah, situasi tim, kekosongan pekerjaan.
- Organisasi : situasi system organisasi.

Rabu, 30 Maret 2011

Kewirausahaan menurut para ahli

Dari wikipedia saya dapatkan definisi tentang kewirausahaan atau bahasa inggrisnya Entrepreneurship adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
nah,,,para ahli juga punya pendapat tentang apa itu kewirausahaan...

1. Peter F Drucker
Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .

2. Thomas W ZimmererKewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

3. Andrew J Dubrin
Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).

4. Robbin & Coulter
Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan

5. (Soeharto Prawiro, 1997).

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).

6. (Acmad Sanusi, 1994)

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

7. Jean Baptista Say (1816)

Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

8. Frank Knight (1921)

Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

9. Joseph Schumpeter (1934)

Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk:

(1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,

(2) memperkenalkan metoda produksi baru,

(3) membuka pasar yang baru (new market),

(4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau

(5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.

10. Penrose (1963)

Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

11. Harvey Leibenstein (1968, 1979)

Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

12. Israel Kirzner (1979)
Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

13. Raymond, (1995)
Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan.

14. Kasmir (2006)
Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.

demikianlah tulisan yang saya buat mengenai pengertian dan definisi-definisinya menurut para ahli, mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat. terutama bagi saya, karena tulisan ini merupakan tugas softskill dari matakuliah Kewirausahaan.

Inpres No. 5 tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan kewirausahaan menjelaskan arti kewirausahaan. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah kepada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Kewirausahaan adalah kepribadian wirausaha. Kewirausahaan dapat diistilahkan dalam bahasa Inggris entrepreneur. Kepribadian unggul kewirausahaan adalah nilai-nilai watak usaha yang sangat tinggi. Wirausaha merupakan pejuang kemajuan yang mengabdikan diri kepada masyarakat dalam wujud dedikasi dan tekadnya atas kemampuan sendiri untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin meningkat, memperluas kesempatan kerja, turut serta, dan berdaya upaya mengakhiri ketergantungan pada luar negeri dan dalam melakukan fungsi-fungsinya tersebut selalu tunduk pada hukum dan lingkungannya.
Pendidikan kewirausahaan perlu diberikan sejak diri.

Dalam rangka menjadi seorang wirausahawan yang tangguh, seseorang harus memiliki beberapa ciri tertentu antara lain sebagai berikut:
  1. Memiliki keberanian untuk mengambil risiko dalam menjalankan usaha.
  2. Memiliki daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang tinggi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan.
  3. Memiliki semangat dan kemauan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.
  4. Mengutamakan efisiensi dan penghematan penghematan biaya.
  5. Memiliki kemampuan untuk memotivasi bawahan atau partner usaha agar mempunyai kemampuan tinggi.
  6. Memiliki cara analisis yang tepat, sistematis dan metodologis.
  7. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh, baik untuk memperluas usaha yang sudah ada maupun menanamkannya pada usaha-usaha yang baru.
  8. Memiliki kemampuan dalam menilai kesempatan yang ada serta membawa teknik-teknik baru dalam mengorganisasi usaha-usahanya secara tepat dan efisien.
Sang narasumber, blog sahabat
http://intl.feedfury.com
http://putracenter.net
http://viewcomputer.wordpress.com/
wikipedia

Kamis, 16 September 2010

TUGAS MATKUL Manajemen Proyek dan Manajemen Resiko

(1) pengertian dan ruang lingkup proyek beserta contoh proyek yang anda ketahui di sekitar lingkungan anda..!!!

Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan sebuah proses terpadu dimana individu-individu sebagai bagian dari organisasi yang dilibatkan untuk merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan aktifitas-aktifitas, yang kesemuanya diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus menerus seiring dengan berjalannya waktu. Agar proses manajemen berjalan lancar, diperlukan sistem serta struktur organisasi yang solid. Pada organisasi tersebut, seluruh aktifitasnya haruslah berorientasi pada pencapaian sasaran. Organisasi tersebut berfungsi sebagai wadah untuk menuangkan konsep, ide-ide manajemen. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu rangkaian tanggung jawab yang berhubungan erat satu sama lainnya.

Pengertian Proyek
Sebuah proyek merupakan suatu usaha atau aktifitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Sebuah proyek juga dapat diartikan sebagai upaya atau aktifitas yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan-harapan penting dengan menggunakan anggaran dana serta sumber daya yang tersedia yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Proyek selalu melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa dibutuhkan pemberdayaan sumber daya yang tersedia, yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan, sasaran, dan harapan penting tertentu. Aktifitas atau kegiatan pada proyek merupakan sebuah mata rantai, yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula. Proyek merupakan aktifitas yang bersifat temporer. Selalu ada pembatasan dalam pelaksanaannya dan juga dalam skala tertentu.

Jadi dapat kita simpulkan dari masing-masing pengertian manajemen dan proyek. Apabila digabungkan, Manajemen Proyek adalah kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu pula. Manajemen proyek sangat cocok untuk suatu lingkungan bisnis yang menuntut kemampuan akuntansi, fleksibilitas, inovasi, kecepatan, dan perbaikan yang berkelanjutan.

Kegiatan proyek biasanya dilakukan untuk berbagai bidang antara lain sebagai berikut:

* Pembangunan fasilitas baru. Artinya merupakan kegiatan yang benar-benar baru dan belum pernah ada sebelumnya, sehingga ada penambahan usaha baru.
* Perbaikan fasilitas yang sudah ada. Merupakan kelanjutan dan usaha yang sudah ada sebelumnya. Artinya sudah ada kegiatan sebelumnya, namun perlu dilakukan tambahan atau perbaikan yang diinginkan.
* Penelitian dan pengembangan. Merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan untuk suatu fenomena yang muncul di masyarakat, lalu dikembangkan sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Dalam prakteknya, timbulnya suatu proyek disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:

* Adanya permintaan pasar. Artinya adanya suatu kebutuhan dan keinginan dalam masyarakat yang harus disediakan. Hal mi disebabkan karena jenis produk yang tersedia belum mencukupi atau memang belum ada sama sekali.
* Untuk meningkatkan kualitas produk. Bagi perusahaan tertentu proyek dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas atau mutu suatu produk. Hal mi dilakukan karena tingginya tingkat persaingan yang ada.
* Kegiatan pemerintah. Artinya merupakan kehendak pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat atas suatu produk atau jasa, sehingga perlu disediakan berbagai produk melalui proyek-proyek tertentu.


(2) Pengertian dan jenis resiko dalam proyek sistem informasi..!!

Pengertian : Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen
puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari manajemen puncak tersebut.

Jenis resiko :
- teknologi : pengiriman perangkat yang terlambat, banyaknya report tentang error.
- SDM : moral yang rendah, situasi tim, kekosongan pekerjaan.
- Organisasi : situasi system organisasi.


Selasa, 13 April 2010

tugas conditional sentence

Conditional sentence

Jump to: navigation, search

In grammar, conditional sentences are sentences discussing factual implications or hypothetical situations and their consequences. Languages use a variety of conditional constructions and verb forms (such as the conditional mood) to form these kinds of sentences.

Full conditional sentences contain two clauses: the condition or protasis, and the consequence or apodosis.

If it rains [condition], (then) the picnic will be cancelled [consequence].

Syntactically, the condition is the subordinate clause, and the consequence is the main clause. However, the properties of the entire sentence are primarily determined by the properties of the protasis (condition) (its tense and degree of factualness).

Contents

Conditional sentences in English

English conditional sentences can be divided into the two broad classes of factual/predictive and hypothetical (counterfactual), depending on the form of the verb in the condition (protasis). The terms "factual" and "counterfactual" broadly correspond to the linguistic modalities called realis and irrealis.

Factual/predictive conditions

In these constructions, the condition clause expresses a condition the truth of which is unverified. The verb in the condition clause is in the past tense (with a past tense interpretation) or in the present tense (with a present or future tense interpretation). The result clause can be in the past, present, or future. Generally, conditional sentences of this group are in two groups, the "zero conditional" and the potential or indicative conditional, often called "first conditional" or "conditional 1". This class includes universal statements (both clauses in the present, or both clauses in the past) and predictions.

The "zero" conditional is formed with both clauses in the present tense. This construction is similar across many languages. It is used to express a certainty, a universal statement, a law of science, etc.:

If you heat water to 100 degrees celsius, it boils.
If you don't eat for a long time, you become hungry.
If the sea is stormy, the waves are high.

It is different from true conditionals because the introductory "if" can be replaced by "when" or "whenever" (e.g., "When you heat water..."), which cannot be done for true conditionals.

The potential or indicative conditional, often referred to as the "first conditional" or "conditional 1", is used more generally to express a hypothetical condition that is potentially true, but not yet verified. The conditional clause is in the present or past tense and refers to a state or event in the past. The result can be in the past, present, or future. Some examples with the condition clause in the past tense:

If she took that flight yesterday, she arrived at 10pm.
If she took that flight yesterday, she is somewhere in town today.
If she took that flight yesterday, we'll see her tomorrow.

A condition clause (protasis) in the present tense refers to a future event, a current event which may be true or untrue, or an event which could be verified in the future. The result can be in the past, present, or future:

If it's raining here now, then it was raining on the West Coast this morning.
If it's raining now, then your laundry is getting wet.
If it's raining now, there will be mushrooms to pick next week.
If it rains this afternoon, then yesterday's weather forecast was wrong.
If it rains this afternoon, your garden party is doomed.
If it rains this afternoon, everybody will stay home.
If I become President, I'll lower taxes.

Certain modal auxiliary verbs (mainly will, may, might, and could) are not usually used in the condition clause (protasis) in English:

*If it will rain this afternoon, …
*If it may have rained yesterday, …

There are exceptions, however, in which will is used exactly as in the first example, namely when the action in the if clause takes place after that in the main clause:

(The weather forecast says it's going to rain.) Well, if it will rain, we must take umbrellas.
If aspirins will cure it, I'll [I will] take a couple tonight instead of this horrible medicine.[1]

Other situations in which will can be used in an if clause include when will is not being used as an auxiliary verb, in other words when it is being used modally to express willingness, persistence, or a wish:

If you'll [you will] just hold the door open for me a moment, I can take this table out to the kitchen.
If you will keep all the windows shut, of course you'll get headaches.
If you will excuse me, I think I will slip into something more comfortable.[2][3]

In colloquial English, the imperative is sometimes used to form a conditional sentence: e.g. "go eastwards a mile and you'll see it" means "if you go eastwards a mile, you will see it".

Hypothetical (counterfactual) conditions

In these constructions, the condition clause expresses a condition that is known to be false, or presented as unlikely. The result clause contains a conditional verb form consisting of would (or could, should, might) plus a main verb in the base form (infinitive without to).

The contrary-to-fact present conditional, often referred to as the "second conditional" or "conditional 2", is used to refer to a current state or event that is known to be false or improbable. The past subjunctive (or in colloquial English, simply the past tense) must be used:

If she were [colloq. was] at work today, she would know how to deal with this client.
If I were [colloq. was] the king, I could have you thrown in the dungeon.

The same structure can be used to refer to a future state or event:

If I won the lottery, I would buy a car.
If he said that to me, I would run away.

In many cases, when referring to future events, the difference between a realis and irrealis conditional is very slight:

(realis) If you leave now, you can still catch your train.
(irrealis) If you left now, you could still catch your train.

The contrary-to-fact past conditional (sometime referred to as the "third" conditional, conditional 3) is used to refer to contrary-to-fact past events. The pluperfect (or past perfect) is used in the condition clause.

If you had called me, I would have come.
If you had done your job properly, we wouldn't have been in this mess now.

Some varieties of English regularly use would (often shortened to (I)'d) and would have (often shortened to (I)'d have) in counterfactual condition clauses, but this is often considered non-standard: If you'd leave now, you'd be on time. (conditional 2.) / If you (would)'ve told me, we could've done something about it. (conditional 3.) Such use of would is widespread especially in spoken US English in all sectors of society, but these forms are not usually used in more formal writing. Nevertheless, some reliable sources simply label this usage as acceptable US English and no longer label it as colloquial.[4][5]

There are exceptions, however, where would is used in British English too in seemingly counterfactual conditions, but these can usually be interpreted as a modal use of would: If you would listen to me once in a while, you might learn something. (conditional 2.) [6][7] In cases in which the action in the if clause takes place after that in the main clause, use of would in counterfactual conditions is however considered standard and correct usage in even formal UK and US usage: If it would make Bill happy, I'd [I would] give him the money.[8]

Should can appear in the condition clause to refer to a future event presented as possible, but unlikely, undesirable, or otherwise "remote": If I should die before I wake, …, If you should ever find yourself in such a situation, …

Construction of conditional sentences in English

In English, there are three coinditional sentence formulas. They are:

The first formula indicates the possible outcome of an event that is likely to occur: If + Present Simple/Present Progressive + Present Simple/Present Progressive/Future Simple/Future Progressive/Imperative

The second formula indicates the possible outcome of an event that is less likely to occur:

If + Present Perfect/Present Perfect Progressive/Preterite/Past Continuous + Conditional Present/Conditional Present Progressive

(In British and Canadian English: If + Imperfect Subjunctive + Conditional Present/Conditional Present Progressive)

The third formula indicates the possible outcome of an event that did not occur, and is therefore a missed opportunity: If + Pluperfect/Pluperfect Progressive + Conditional Perfect/Conditional Perfect Progressive

It is possible to reverse the order of the clauses, however, the protasis must always follow the word "If" (Eg. "If + I miss the bus, + I will be late for school" can be adjusted to: "I will be late for school + if + I miss the bus.)


The semantics of conditional sentences

The material conditional operator used in logic (i.e.\scriptstyle p \Rightarrow q) is sometimes read aloud in the form of a conditional sentence (i.e. "if p, then q"), the intuitive interpretation of conditional statements in natural language does not always correspond to the definition of this mathematical operator. Modelling the meaning of real conditional statements requires the definition of an indicative conditional, and contrary-to-fact statements require a counterfactual conditional operator, formalized in modal logic.

Conditional sentences in Latin

Conditional sentences in Latin are traditionally classified into three categories, based on grammatical structure.

  • simple conditions (factual or logical implications)
    • present tense [if present indicative then indicative]
    • past tense [if perfect/imperfect indicative then indicative]
  • future conditions
    • "future more vivid" [if future indicative then future indicative]
    • "future less vivid" [if present subjunctive then present subjunctive]
  • contrafactual conditions
    • "present contrary-to-fact" [if imperfect subjunctive then imperfect subjunctive]
    • "past contrary-to-fact" [if pluperfect subjunctive then pluperfect subjunctive]

Conditional sentences in French

Si + Présent de l'indicatif + Présent de l'indicatif/Futur simple de l'indicatif/Présent de l'impératif

Si + Imparfait de l'indicatif + Présent du conditionnel

Si + Plus-que-parfait de l'indicatif + Passé du conditionnel

Conditional sentences in Italian

Italian includes the subjunctive in the second and third formulas, and does not allow the present to mix with the future in the first formula:

Se + Presente dell'indicativo

Se + Furuto semplice dell'indicativo + Futuro semplice dell'indicativo


Se + Imperfetto del congiuntivo (subjunctive) + Presente del condizionale


Se + Trapassato (Pluperfect) del conguintivo + Passato del condizionale